Berkembangnya industri waralaba di Indonesia bisa menjadi penopang pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan bertumbuhnya bisnis baru lewat skema kemitraan, lisensi, dan waralaba bisa berpotensi menyerap tenaga kerja baru lebih dari 90 ribu orang.
Hal ini disampaikan langsung oleh Septo Soepriyatno, Direktur Bina Usaha Perdagangan, Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri dalam diskusi forum IFBC Connect dengan tema Bridging Franchise with Policy Maker di Universitas Atma Jaya Jakarta, Senin (20/5).
Menurutnya dari data Kemeneterian Perdagangan tahun 2024, perputaran uang dari bisnis sektor waralaba menembus angka Rp143 triliun, dengan mencetak pertumbuhan 48 ribu outlet waralaba yang menyerap lebih dari 98 ribu tenaga kerja baru.
“Ini yang baru tercatat, yang belum tercatat tentunya bisa lebih besar lagi. Sehingga dengan bertumbuhnya bisnis waralaba bisa memberikan dampak positif bagi perekonomian negara,” ucap Septo dalam sambutannya.

Tak hanya di Indonesia, bahkan bisnis waralaba nasional juga ada yang berhasil menembus pasar internasional dengan membuka cabang di banyak negara. “Salah satunya adalah waralaba Alfamart yang sudah memiliki total 2.000 gerai di Filipina,” tambahnya.
Untuk itu ia berharap agar semakin banyak lahir pebisnis baru lewat skema kemitraan dan waralaba. Salah satunya lewat agenda pameran franchise dan waralaba IFBC Expo yang dihelat oleh Neo Expo. Dalam waktu dekat roadshow pameran bisnis kemitraan dan waralaba ini akan dilaksanakan di Jogja Expo Center Yogyakarta, 30 Mei – 1 Juni 2025.
